Secuil Kebodohan di 2022
Januari 2023,
Dear my life...
Hari ini gue mengawali tahun baru 2023 dengan mencoba membuat blog pribadi. Sebenarnya sudah sejak lama ingin mencoba, tapi nyaris tidak punya kesempatan untuk mengisi karena pekerjaan. Semoga tahun ini, bisa berjalan lancar dan konsisten mengisinya.
Jujur, tidak tahu mau bercerita apa karena mungkin sudah terbiasa sharing dengan teman dekat atau cukup disimpan, dikenang sendiri. So, ini pasti akan terasa aneh bagi yang sempat membacanya, apalagi buat gue.
Mungkin gue akan mengawalinya dengan tahun 2022.
Yah, 2022 adalah tahun yang membuat gue naik turun - bukan hanya berat badan ya..haha. Tapi, ada satu pengalaman yang sepertinya nggak bakal gue, karena nyaris tertipu. Padahal sudah ada tanda-tandanya, entah kenapa saat itu gue ingin menepisnya dan positif thinking.
"Terkait asmara ya?" Oh ya, tepat sekali. Tapi asmara ini, antara lucu, gemas, menyebalkan dan sempat bikin sedih, karena sepertinya sudah ada berharap cukup besar dengan sosok ini. Pria yang gue ketahui via IG, yang DM duluan bahkan sampai mengajak berkenalan, sampai tukar nomor telepon (Dan kebodohan ini pun dimulai...).
Seorang pria keturunan Korea Selatan (Korsel), yang mengaku bekerja sebagai kontraktor di perusahaan minyak Sh*ll, anak tunggal, hanya ada ibuna hanya . Hahaha...yeah. He's kinda get my heart for a while.
Hati saya dibuat terkejut-kejut dengan tindak tanduknya, Mulai dari yang tiba-tiba langsung telpon via IG, lanjut beberapa kali chat via WA, dengan caranya peduli, dengan caranya ghosting. Bahkan kami sempat WA Call, "And you know what? I love his voice," ada kesan ramah dan sedikit sombong. Weird, right?
![]() |
| Dokumen Pribadi |
Sampai akhirnya tiba di satu momen, saat gue di-ghosting berhari-hari. Gue mulai merasa kehilangan, padahal sudah janji dalam diri jangan sampai "jatuh". Karena ada banyak kasus penipuan yang berawal dari kenalan di media sosial dan melibatkan perasaan.
Tapi gue makin penasaran, sampai akhirnya mengiriman pesan voice note (bentuk kebodohan lainnya..) dan dibalas beberapa hari kemudian. Sepertinya, dia berpikir.."Gotcha you girl.."
Gue sendiri tipikal, ketika sudah suka dan mulai timbul sayang, maka bakal mulai posesif tapi masih dalam batas normal. Suatu hari, dia mengatakan akan pergi ke Turki karena terpilih dalam program pertukaran yang sudah dia tunggu bertahun-tahun.
Saat itu gue minta supaya dia berkabar ketika akan berangkat dan tiba di Turki. Dan, ya dia kasih kabar bahkan berikut fotonya dan saat tiba di bandara Turki. Tapi di sini gue agak terganggu karena rasanya ada yang tidak tepat. Cuma nggak tahu bagian apanya?
Beberapa hari ia di Turki, gue mengirimkan pesan menanyakan kabarnya. Dia balas, tapi..... mulai menceritakan keluhannya. Padahal dia nggak pernah selama ngeluh selama 2 bulan lebih kami berkenalan, sejak 24 Januari.
Dia menceritakan kesulitan untuk memesan barang-barang terkait pekerjaannya, dan di sini saya mulai menuduhnya "Apakah kamu mencoba menipu saya?"
Dia langsung marah besar dan memaki saya, tapi di satu sisi dia masih berusaha minta bantuan saya (maksudya nipu). Bahkan sampai WA Call dan ngegombal (alias janji-janji manis). Di sini, gue masih penasaran dan mencoba ikut permainannya..
Ada satu saat, ketika dia mengirimkan user dan password sebuah bank. Dan di situ tertera nominal yang memang dia sempat ceritakan, tapi link bank-nya aneh, tidak seperti umumnya. Saat itu, dia minta untuk mentransfer sejumlah tertentu untuk pembelian barang dan akan diganti lebih, apalagi gue udah dikasih liat nominal dalam rekening bank-nya.
Harapan si pria Negeri Ginseng itu, gue percaya kalau dia punya uang untuk mengembalikan uang gue. Tapi, sorry gue bukan tipe langsung percaya kalau soal uang. Di sini, gue mulai menghentikan permainannya dan dia kembali marah, juga memaki. Tapi masih tetap berusaha memohon supaya dibantu.
At the end, gue tegas mengatakan tidak bisa membantu dan gue mulai blokir kontaknya. Mengubur semua obralan kata-kata manisnya, yang menurut gue emang sweet banget. Hahaha, lumayan lah jadi penyemangat selama 1,5 bulan. Anyway, kadang, gue masih suka liat akun IG-nya yang di private - karena sejak kejadian itu, gue emang blokir kontaknya.
Doa gue sih, supaya Ad**el nggak berbuat begitu ke orang lain dan menjadi sosok yang lebih baik. (Oalahhh....)
See you on the next story...
PS: The truth, belum bisa diceritakan mendetai karena malah jadi antara kesel dengan perilakunya dan kangen chat. (Sh*t.. )

Komentar
Posting Komentar